keduanya berbaring
meniduri rumput kering
menatap kerlip
diam
'aku harus bicara apa'
'tak perlu ... kau cukup menutup mulut saja'
'tapi telingaku terbuka'
'tak apa. dengarkan saja'
dengarlah
langit luas menentang pandang
belai angin menyapu wajah
masih
diam
bola bundar mengangkasa
menyinari kedua makhluk yang didera rasa
rasa cinta
yang tak biasa
tak boleh
terlarang
bola bundar tak biasa
bulan bundar berpendar
bulan merah jambu