Kamis, 15 September 2011

bulan merah jambu

keduanya berbaring
meniduri rumput kering
menatap kerlip

diam

'aku harus bicara apa'
'tak perlu ... kau cukup menutup mulut saja'
'tapi telingaku terbuka'
'tak apa. dengarkan saja'

dengarlah

langit luas menentang pandang
belai angin menyapu wajah

masih

diam

bola bundar mengangkasa
menyinari kedua makhluk yang didera rasa
rasa cinta
yang tak biasa
tak boleh
terlarang

bola bundar tak biasa

bulan bundar berpendar

bulan merah jambu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar